Tugas Pengantar Teknologi SIM
|
A.
Pengertian Sistem
Suatu sistem sangatlah dibutuhkan
dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan, karena sistem sangatlah
menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah, baik yang
berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan
kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem tersebut.
Ada berbagai pendapat yang
mendefinisikan pengertian sistem, seperti dibawah ini:
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang
tertentu”.
Istilah sistem secara umum dapat
didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau
yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan
untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai
karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan
Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran
Sistem, Pengolahan Sistem dan Sasaran Sistem (Edhy Sutanta, 2009: 4 )
B. Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak
dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Informasi adalah data yang diolah menjadi
bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi
adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan
tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya
lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.
Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu
: Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time
liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency),
Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability),
Konsisten (Edhy Sutanta, 2009:8 )
C. Pengertian Sistem
Informasi
Sistem informasi menurut Robert A.
Leitch dan K. RoscoeDavis (Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam
suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
Sistem informasi merupakan suatu
perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang
mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir
atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data
serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem informasi yang
diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama,
yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara
penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan
cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan
atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol
ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang
dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal
dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga
jadi tergabungkan (compatible). Berapa pun ukurannya dan apapun ruang
lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki ketergabungan
(compatibility) data yang disimpannya.
Menurut Sutabri, sistem informasi adalah
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang
bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk
dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas
dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur
organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan
informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi.
Informasi dalam lingkup sistem informasi
memiliki beberapa ciri yaitu:
a.
Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
b.
Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada
informasi yang telah ada.
c.
Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah
sebelumnya.
d.
Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada
|
|
|
Tujuan
Sistem Informasi Manajemen
Sistem
informasi manajemen (SIM) adalah
bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi
pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi,
dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan
masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi
bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem
informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi
lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis,
istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen
informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan
keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem
pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen
(SIM):
§ Menyediakan informasi yang dipergunakan di
dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan
manajemen.
§ Menyediakan informasi yang dipergunakan
dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
§ Menyediakan informasi untuk pengambilan
keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan
bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke
informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara
menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi
suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi
akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk
perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
SIM yang baik adalah SIM yang mampu
menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat
biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi
yang sangat bermanfaat.
Organisasi
harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat
dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam
menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang
dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.
Secara teoritis komputer bukan prasyarat
mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa
bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM
harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama.
Tujuan sistem informasi manajemen
adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan
atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi
pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.
Karakteristik Sistem dalam Sistem Informasi Manajemen
Karakteristik Sistem dalam Sistem Informasi Manajemen-Sesuatu baru dapat disebut sistem, jika memunyai sifat atau karakteristik tertentu, yaitu :
1. Mempunyai elemen-elemen (elements)
2. Mempunyai batas (boundary)
3. Mempunyai lingkukunganluar (envirounments)
4. Mempunyai penghubung (interface)
5. Mempunyai masukkan (input)
6. Mempunyai keuaran (output)
7. Mempunyai pengolah (process)
8. Mempunyai sasaran (obyectives) atau tujuan (goal).
1. Elemen Sistem (elements)
Elemen-elemen sistem dapat berupa suatu
subsistem atau bagian-bagian sistem, suatu sistem betapun kecilnya selalu
mengandung elemen-elemen.
Dengan kata lain elemen adalah bagian yang terkecil dari sistem yang sudah tidak bisa diurai lagi, contoh : pada sistem komputer adalah tombol pada keyboard
2. Batas Sistem (boundary).
Dengan kata lain elemen adalah bagian yang terkecil dari sistem yang sudah tidak bisa diurai lagi, contoh : pada sistem komputer adalah tombol pada keyboard
2. Batas Sistem (boundary).
Batas sistem merupakan daerah yang
mebatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungnnya
lainnya. Batas sistem memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu
kesatuan.
Batasan sistem, lingkungan yang membatasi sistem berupa :
- Personel
- Peraturan-peraturan
- Peralatan
- Biaya-biaya, dsb
Batasan sistem, lingkungan yang membatasi sistem berupa :
- Personel
- Peraturan-peraturan
- Peralatan
- Biaya-biaya, dsb
3. Lingkungan Luar (envirounments)
Lingkungan luar sistem adalah apapun
diluar batas sistem yang mempengaruhi dan dipengaruhi operasi sistem.
Contoh : pada sistem komputer, sistem listrik adalah lingkungan luar
Contoh : pada sistem komputer, sistem listrik adalah lingkungan luar
4. Penghubung Sistem (intervace)
Penghubung merupakan media penghubung
antara subsistem dengan subsistem lainnya. Keluaran (output) dari subsistem
akan menjadi masukkan subsistem lainnya melalui penghubung.
Contoh : kabel pada sistem komputer.
Contoh : kabel pada sistem komputer.
5. Masukkan Sistem (input)
Masukkan adalah energi yang dimasukkan ke
dalam sistem, berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal
(signal input).
Maintenance input
Energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi.
Contoh : energi listrik, sistem software pada sistem komputer.
Energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi.
Contoh : energi listrik, sistem software pada sistem komputer.
Signal input
Energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.
Contoh : data pada sistem komputer.
Energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.
Contoh : data pada sistem komputer.
6. Keluaran Sistem (out put)
Keluaran adalah hasil dari energi yang
diolah meliputi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
Contoh: pada sistem computer, informasi keluaran yang berguna ; panas tak berguna.
Output, bagian sistem yang berfungsi mengeluarkan informasi (tujuan akhir sistem) berupa
- formulir
- laporan
- tampilan grafik, dsb
- umpan balik, dapat berupa perbaikan, dsb
Contoh: pada sistem computer, informasi keluaran yang berguna ; panas tak berguna.
Output, bagian sistem yang berfungsi mengeluarkan informasi (tujuan akhir sistem) berupa
- formulir
- laporan
- tampilan grafik, dsb
- umpan balik, dapat berupa perbaikan, dsb
7. Pengolah Sistem (process)
Perubah masukkan menjadi keluaran. Transformasi
(Proses), bagian sistem yang memproses input data menjadi informasi sesuai
dengan keinginan penerima.
- pengurutan
- penggabungan
- pencarian
- klasifikasi, dsb
Contoh : pada sistem komputer merubah data menjadi informasi.
- pengurutan
- penggabungan
- pencarian
- klasifikasi, dsb
Contoh : pada sistem komputer merubah data menjadi informasi.
8. Sasaran atau Tujuan sistem (obyektive/goal)
Sistem bisnis yang tepat tujuan (goal),
sistem akuntansi atau subsistem yang lebih kecil maka istilah sasaran
(obyektive) lebih tepat.
Tujuan sistem, dapat berupa :
- Tujuan ekonomi
- Tujuan manusiawi
- Tujuan sosial, dsb
Tujuan sistem, dapat berupa :
- Tujuan ekonomi
- Tujuan manusiawi
- Tujuan sosial, dsb
Komponen
Sistem Informasi
Komponen
sistem informasi manajemen adalah seluruh elemen yang membentuk
suatu sistem informasi. Komponen sistem informasi terbagi menjadi dua yaitu
komponen Sistem informasi manajemen secara fungsional dan sistem informasi manajemen
secara fisik :
1.
Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fungsional
Komponen sistem informasi
adalah seluruh komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data,
pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan
untuk manajemen, meliputi:
a. Sistem Administrasi dan Operasional Sistem ini
melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin seperti bagian personalia, administrasi
dan sebagainya dimana telah ditentukan prosedur-prosedurnya dan sistem ini
harus diteliti terus menerus agar perubahan-perubahan dapat segera diketahui.b. Sistem Pelaporan Manajemen Sistem ini berfungsi untuk membuat dan menyampaikan laporan-laporan yang bersifat periodik kepada pengambil keputusan atau manajer.
c. Sistem Database Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi oleh beberapa unit organisasi, dimana database mempunyai kecenderungan berkembang sejalan dengan perkembangan organisasi, sehingga interaksi antar unit akan bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan juga akan semakin bertambah.
d. Sistem Pencarian Berfungsi memberikan data atau informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan permintaan dan dalam bentuk yang tidak terstruktur.
e. Manajemen Data Berfungsi sebagai media penghubung antara komponen-komponen system informasi dengan database dan antara masing-masing komponen sistem informasi.
2. Komponen Sistem Informasi Manajemen
Secara Fisik adalah keseluruhan
perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi
manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:
a. Perangkat keras: 1) Komputer (CPU, Memory) 2) Pesawat Telepon 3) Peralatan penyimpan data (Decoder)
b. Perangkat lunak
1) Perangkat lunak yang umum untuk pengoperasian dan manajemen data
2) Program aplikasi
c. DataBase
1) File-file tempat penyimpanan data dan informasi
2) Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.
d. Prosedur pengoperasian
1) Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan
2) Instruksi penyiapan data sebagai input
3) Instruksi operasional
e. Personalia pengoperasian
1) Operator 2 ) Programmer 3) Analisa system
KLASIFIKASI
• Sistem Abstrak (Abstract System) ;
-
sistem
yang berupa pemikiran atau ide- ide yang tidak tampak secara fisik (Sistem
Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan
Manusia)
• Sistem Fisik (Physical
System) ;
-
merupakan
sistem yang ada secara fisik sehingga setiap makhluk dapat melihatnya (Sistem
Komputer, Sistem Akuntansi, Sistem Produksi dll.)
• Sistem Alamiah (Natural
System) ;
-
sistem
yang terjadi melalui proses alam dalam artian tidak dibuat oleh manusia.
(Sistem Tata Surya, Sistem Galaxi, Sistem Reproduksi dll.)
• Sistem Buatan Manusia
(Human Made System) ;
-
sistem
yang dirancang oleh manusia.
-
Sistem
buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human
machine system (contoh Sistem Informasi)
• Sistem Tertentu
(Deterministic System) ;
-
beroperasi
dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.
-
Interaksi
bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem
dapat diramalkan (contoh: Sistem Komputer)
• Sistem Tak Tentu
(Probabilistic System) ;
-
sistem
yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilitas. (Contoh: Sistem Manusia)
-
Sistem
Tertutup (Close System) ;
– sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya.
– Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya.
– Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
• Sistem Terbuka (Open
System) ; – sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya.
– Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya.
– Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
-
sistem
yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
-
Lebih
spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan
bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan kontrol oleh satu
atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat
modern.
Comments
Post a Comment