Puisi
Melihat bunga yang bersemi indah.
Semakin dewasa dirimupun semakin mempesona.
Tetesan embun membasahi merah yang mewangi.
Kehadiran cinta yang mulai menyapamu.
dan dari hati yang lain menginginkan dirimu untuk membuka hati.
Resah kini menjadi warna tersendiri.
Begitu banyaknya yang singgah engkau berfikir.
Aku harus bagai mana.
Mencari yang terbaik
Menentukan siapa yang tulus hatinya.
Bagaimana caranya aku bisa tau?
Hati manusia sering kali berbeda.
Manis ucapnya.santun sikapnya.dan ramah pembawaannya.
Semua itu bisa menjadi racun yang mereka berikan sebelum mereka berhasil mendapatkan yang di inginkan.
Jika begitu adanya.
Masih ada Tuhan yang membimbing kita.
Tuhan mampu melihat.mendengar.dan merasa apa yang tidak bisa kita mengungkapnya.
Mendekat atau menjauh padanya.pilihan ada di hati kita.
Semakin dewasa dirimupun semakin mempesona.
Tetesan embun membasahi merah yang mewangi.
Kehadiran cinta yang mulai menyapamu.
dan dari hati yang lain menginginkan dirimu untuk membuka hati.
Resah kini menjadi warna tersendiri.
Begitu banyaknya yang singgah engkau berfikir.
Aku harus bagai mana.
Mencari yang terbaik
Menentukan siapa yang tulus hatinya.
Bagaimana caranya aku bisa tau?
Hati manusia sering kali berbeda.
Manis ucapnya.santun sikapnya.dan ramah pembawaannya.
Semua itu bisa menjadi racun yang mereka berikan sebelum mereka berhasil mendapatkan yang di inginkan.
Jika begitu adanya.
Masih ada Tuhan yang membimbing kita.
Tuhan mampu melihat.mendengar.dan merasa apa yang tidak bisa kita mengungkapnya.
Mendekat atau menjauh padanya.pilihan ada di hati kita.
Comments
Post a Comment